News

Ditantang Lebih Kreatif, Humas Pemerintah Ikuti Masterclass Pengemasan Konten Publik

Transformasi digital mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat mengonsumsi informasi. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar workshop Akselerasi Kompetensi Komunikasi, Strategi, dan Inovasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (AKSI Bakohumas) bertajuk “Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif” di Bandung, Senin (27/4). Kegiatan ini diikuti oleh hampir 600 orang peserta, terdiri dari 70 peserta hadir secara langsung (onsite) dan 500 peserta bergabung secara daring melalui Zoom. Peserta merupakan insan humas pemerintah dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Perwakilan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Komdigi, Angki K. Dewi, menegaskan bahwa humas pemerintah kini tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi harus mampu mengemas pesan secara kreatif, sederhana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas humas di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Humas masa kini dituntut mampu mengolah data menjadi pesan publik yang kreatif, mudah dipahami, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan perilaku audiens di era digital menuntut pendekatan komunikasi yang lebih adaptif. Masyarakat cenderung mengonsumsi informasi secara cepat, melakukan scanning, serta lebih tertarik pada konten visual dan audiovisual dibandingkan teks panjang. Karena itu, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya ditentukan oleh validitas data, tetapi juga oleh cara penyajiannya.

“Informasi yang baik tidak cukup hanya benar, tetapi juga harus menarik agar dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Katadata, Muhamad Yani (Creative Content Manager Katadata) dan Maria Margaretha Del Viera (Deputy Head of Social Media Katadata), yang membagikan pengalaman dalam mengolah data menjadi konten yang menarik dan berdampak.

Dalam paparannya, Muhamad Yani menyoroti tantangan klasik dalam komunikasi publik, yaitu banyaknya data valid yang tidak tersampaikan secara efektif karena kemasan yang kurang menarik.
“Sering kali kita memiliki data yang sangat penting, tetapi tidak dibaca oleh publik. Persoalannya bukan pada datanya, melainkan pada bagaimana data tersebut dikemas,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah arus informasi yang masif, kemampuan menyederhanakan data kompleks ke dalam format visual menjadi kunci utama. Konten visual dinilai lebih efektif dalam menarik perhatian sekaligus meningkatkan pemahaman audiens.

Tak hanya menerima materi, peserta juga ditantang untuk langsung mempraktikkan pembuatan infografis dan clipper berdasarkan materi yang telah ditentukan oleh narasumber, sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan relevan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi insan humas pemerintah untuk berbagi praktik baik serta memperkuat kompetensi komunikasi publik di tengah disrupsi digital yang semakin kompleks.

Melalui AKSI Bakohumas, Komdigi mendorong transformasi peran humas pemerintah sebagai jembatan strategis antara negara dan masyarakat. Tidak hanya menjalankan peran sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kreator pesan publik yang adaptif, inovatif, dan berdampak.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah agar lebih efektif, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.